Jl. Sunan Ampel No.7, Ngronggo, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur 64127

+62 821-9000-4033

Perkuat Mutu Akademik, FTIK UIN Syekh Wasil Kediri Jalin Kerja Sama Strategis dengan PPPAII di Ajang AICIRE 2026

BANDUNG – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Syekh Wasil Kediri mengambil langkah strategis dalam memperkuat jejaring akademik nasional dan internasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Agama Islam Indonesia (PPPAII). Prosesi penandatanganan nota kesepahaman ini dilangsungkan di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada rentang tanggal 14–16 Juli 2026.

Kerja sama penting ini ditandatangani di sela-sela rangkaian agenda Annual International Conference on Islamic Religious Education (AICIRE) 2026, sebuah konferensi internasional bergengsi yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bekerja sama dengan PPPAII.


Kemitraan ini dirancang sebagai landasan kuat dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang lebih kolaboratif. Fokus utama kerja sama diarahkan pada berbagai aspek strategis, meliputi kolaborasi riset dan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sinkronisasi dan pengembangan kurikulum PAI, publikasi ilmiah bersama, program pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Melalui nota kesepahaman ini, FTIK UIN Syekh Wasil Kediri bersama PPPAII berkomitmen penuh untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi keagamaan yang lebih inovatif, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi. Sinergi ini juga diproyeksikan untuk memperluas jejaring kemitraan global guna mendongkrak mutu dan akreditasi Program Studi PAI ke tingkat tertinggi.

Prosesi penandatanganan MoU tersebut berlangsung khidmat dan disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan perguruan tinggi, pengurus pusat PPPAII, para dekan, ketua program studi, serta ratusan akademisi dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara yang hadir sebagai peserta konferensi. Kehadiran para tokoh penting ini mempertegas komitmen kolektif dalam melahirkan pendidikan Islam yang unggul, moderat, dan berdaya saing global.

Sebagai tindak lanjut nyata dari penandatanganan ini, kedua belah pihak sepakat untuk segera merealisasikan berbagai program kerja jangka pendek dan menengah. Beberapa program prioritas yang akan segera diinisiasi di antaranya adalah riset kolaboratif internasional, seminar bersama, peningkatan kapasitas kompetensi dosen, serta berbagai terobosan inovasi akademik lainnya untuk menjawab tantangan pendidikan di era global.


Berita Lainnya