Menag Nasaruddin Umar Resmi Buka Rakor OASE PTKI 2026 di UIN Syekh Wasil Kediri, Tegaskan Pentingnya Inovasi Mahasiswa
KEDIRI – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pelaksanaan Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Tahun 2026. Agenda nasional yang berlangsung pada Sabtu (20/06/2026) ini ditempatkan di Aula Pertemuan Gedung M UIN Syekh Wasil Kediri, yang bertindak sebagai tuan rumah pertemuan strategis tersebut.
Rapat koordinasi ini diselenggarakan sebagai langkah krusial untuk memantapkan seluruh tahapan persiapan, teknis pelaksanaan, hingga penyamaan persepsi antar-institusi. OASE PTKI 2026 sendiri diproyeksikan menjadi ajang kompetisi ilmiah tertinggi bagi mahasiswa di bawah naungan Kementerian Agama, sekaligus instrumen utama dalam memetakan dan mengembangkan talenta muda di bidang keagamaan, sains, dan riset terapan.
Pertemuan berskala nasional ini dihadiri oleh jajaran pimpinan tinggi Kementerian Agama RI, para rektor, serta wakil rektor bidang kemahasiswaan dan kerja sama dari berbagai PTKI di seluruh penjuru Indonesia. Kehadiran para pengambil kebijakan ini menegaskan komitmen kolektif dalam menyukseskan gelaran OASE sebagai barometer prestasi akademik mahasiswa perti Islam.
Dalam arahan dan sambutan utamanya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa institusi pendidikan tinggi keagamaan harus mampu melahirkan anomali prestasi di era modern. Menag menginstruksikan agar perhelatan OASE PTKI tidak sekadar menjadi rutinitas kompetisi tahunan, melainkan harus bertransformasi menjadi wadah strategis yang mampu memantik inovasi, mengasah kreativitas, serta memperkuat kompetensi global mahasiswa.
"OASE PTKI merupakan instrumen penting untuk melahirkan generasi muda yang unggul, berdaya saing tinggi, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kita ingin lulusan PTKI tidak hanya menguasai khazanah keislaman, tetapi juga menjadi pionir dalam riset sains dan teknologi di tingkat nasional maupun internasional," tegas Menag di hadapan seluruh peserta rakor.
Lebih lanjut, forum koordinasi ini diisi dengan pembahasan intensif mengenai standarisasi penilaian, kategorisasi lomba, optimalisasi infrastruktur digital untuk penjurian, hingga kesiapan sarana prasarana pendukung di lokasi acara. Sinergi ini dinilai penting demi menjaga objektivitas, transparansi, dan kualitas kompetisi yang akan diikuti oleh ribuan mahasiswa dari berbagai daerah.
Melalui rapat koordinasi yang komprehensif ini, Kementerian Agama bersama seluruh pimpinan perguruan tinggi berharap dapat membangun pola kolaborasi yang solid dan terintegrasi. Penyelenggaraan OASE PTKI 2026 diharapkan dapat berjalan dengan sukses, lancar, serta mampu menjaring talenta-talenta terbaik yang siap membawa kemajuan signifikan bagi dunia pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.



